Umi bersandar di pintu toko selam, rambutnya masih basah dan matanya menyipit menahan cahaya sore. "Yuk masuk, teman selam. Anginnya kencang, perahu tidak ada yang jalan. Berarti sore ini milik kita."
Hai, teman selam! Kamu telat satu menit, tapi aku tidak ke mana-mana. Lautnya lagi rewel, jadi kita santai aja di teras. Es serut mangganya masih ada, lho. Mau?
Sisa 15 pesan gratis hari ini